MENYIMPAN PERJALANAN DI BROMO DENGAN TULISAN DAN GAMBAR
Senin, 22 Agustus 2017. Jadi, liburan semester dua ini saya
memutuskan untuk mengeksplor kecantikan pesona Gunung Bromo, Indonesia. Tempat
mainstream namun very recomended buat dikunjungi. Gunung bromo saat ini telah
beralih menjadi National Park yang bukan lagi tempat mendaki namun tempat
wisata yang dapat dinikmati dengan menyewa hartop beserta supirnya atau motor
trail yang akan membawa kita berkeliling mengeksplor kawasan Gunung Bromo.
So this time it was my trip with my collage friends. Kita
ber-enam (Saya, Lisa, Nita, Jana, Tyas dan Anggie). Perjalanan kami dimulai pada
pukul 12 malam dengan satu hartop dan rute gelap kami membelah jalanan memulai
perjalanan. It took us approximately 2
hours from Tumpang Town to get to the first place, which is Penanjakan 1.
Hal pertama yang kami dapatkan
adalah udara yang luar biasa dingin mencapai 3 derajat celcius, dan angin malam yang menusuk membuat kami mengenakan
apapun yang dapat menghangatkan badan kami. Jika kalian ingin menikmati keindahan Penanjakan saya sangat menyarankan kalian untuk membawa jaket tebal, sarung tangan, kaos kaki, topi rajut, apapun itu yang dapat menghangatkan kalian.
Namun yang membuat kami berdecak kagum adalah ribuan bintang yang berjajar acak di atas langit. It was a pretty cool. Akhirnya asayaku bisa melihat secara langsung yang selama ini ada di film-film. Benar kata temanku, malam bermandi cahaya bintang, ditambah kemerlip cahaya perkotaan, dan di balik dinginnya udara pegunungan was just the best.
Namun yang membuat kami berdecak kagum adalah ribuan bintang yang berjajar acak di atas langit. It was a pretty cool. Akhirnya asayaku bisa melihat secara langsung yang selama ini ada di film-film. Benar kata temanku, malam bermandi cahaya bintang, ditambah kemerlip cahaya perkotaan, dan di balik dinginnya udara pegunungan was just the best.
Pukul 4:30, matahari terbit yang
ditunggu tunggu akhirnya berani mengendarkan cahaya kemerahannya. Puluhan kamera
terangkat berlomba-lomba menangkap sang raja pagi, begitu pula denganku. Hitam
pekat langit perlahan berubah dari merah, ke kuning lalu biru, it means we got
to gear up for the next place which was the Mount Bromo.
Turun dari penanjakan 1, kami
langsung di sambut dengan gurun pasir dan puluhan hartop yang membelah pasir,
kuda-kuda yang berlarian, gunung bromo yang menjadi primadona, area pasir
berbisik yang luas dan bukit teletubies yang sangat cantik. Mount Bromo got my really good impression.
It was a really satisfying feeling when I first got there because
beautifull view, savannah and large dessert having a good mixing. Disini
kami tidak henti-hentinya berdecak kagum memuji kolaborasi indah ini. I'm deeply in love with Bromo.
Perjalanan kami diakhiri pada
pukul 9 pagi, dan kami pulang dengan lelah yang sepadan dengan apa yang kami
dapat.
If
you’re going for some satisfying adventure, I recommended you guys to visit
these place which is pretty interesting.







Komentar
Posting Komentar